Balada Kaos Lazio dan Sego Angkring

Kemaren sabtu, sehabis pulang Futsalan Laziale dari Gaol, saya nemenin temen saya Yoyok muter-muter nyari kaos Lazio. Karena si Yoyok ni rada terakhir gabung sama Laziale Jogja walhasil dulu waktu angkatan pertama bikin kaos dia nda ikutan. Jadi dia pengen banget punya kaos Lazio, yang bikin kaos angkatan kedua masih kurang orang untuk pesenan minimalnya, ada yang mau ikutan?

Dengan rute Selokan Mataram-Jalan Solo-Jalan Mataram-Perempatan Gondomanan terus ke selatan nama jalannya apa ya?-Jalan Pramuka. Dari sepanjang jalan yang kami tempuh itu kami cuman nemu satu toko, yang di daerah Selokan Mataram, yang mau ngejanjiin kaso Lazio ada untuk hari senen, sementara toko-toko sport yang laen kalo ndak ada ya dibilangi “Mbok cari yang laen mas? Liperpul pa Inter, opo Milan, Juventus, bla bla bla”. Jadi sementara ni kami masih berpegang teguh pada janji bapak penjual yang telah berjanji pada kami.

Dasar nasib, susah amat yak nyari kaos Lazio. Jumlah fans Lazio emang dikit dibandingkan dengan fans club laen, boleh jadi, diakui atau tidak, memang masa keemasan Lazio jaraknya sudah jauh dengan tahun 2009 ini. Temen Laziale Jogja yang paling muda angkatan 2008, itu juga satu orang, yang laen kebanyakan angkatan 2005 ke bawah (2004-dst). Ini berakibat Laziale Jogja sementara ni menjadi fans club paling garing hahahaha, lha sewaktu sparring sama ICI (Interisti), United Indonesia, BigReds, di tempet mereka ada ceweknya, sementara kami bertanya-tanya “hmmm… ada ndak ya fans Lazio yang cewek ato akhwat??”. Wah… nda tau ya… tanya aja sama rumput yang bergoyang.

Balik ke cerita muter-muter nyari kaos, setelah menyerah, saya kelaperan. Saya bilang ke Yoyok “Ngangkring sik yo?”, si Yoyok mengiyakan dan kemudian mengajak saya ke tempat salah satu Angkringan favoritnya yang ada di deket Gembiraloka. Ancer-ancernya sih, pertigaan selatan Gembiraloka, ke Utara dikit, tar ada di timur jalan, hohoh dikit banget ya ancer-ancernya.

Buwat yang belum tahu, Angkringan itu adalah nama sejenis warung makanan dan minuman di pinggir jalan yang khas dan ada di sekitaran Jogja. Di Solo disebut warung hik, di Magelang disebut kucingan. Disebut Angkringan konon kabarnya karna jika makan di situ, karena situasi dan kondisi di warung itu, enaknya makan sambil kakinya Nangkring alias naek satu kaki ke atas kursi. Kursi yang ada kursi panjang mengelilingi warungnya. Angkringan ini gampang dikenali karena memakai tutup warung yang mecolok mata warnanya, kadang biru kadang oranye. Sajian makananya nasi sebungkus nasi dengan lauk seadanya, secara generalnya sih kalo nda nasi dan sambel ya nasi dan oseng-oseng, dengan porsi yang sedikit seperti porsi kebanyakan kucing kalo diberi makan sama yang ngasih makan, dan dari situ juga warung ini mendapat nama Kucingan dan nasinya disebut Sego Kucing.

Untuk soal harga jangan tanya, karena memang nasinya porsinya sedikit jadi ya harganya jelas lebih murah dari warung yang jual makanan dengan harga lebih mahal. Pilihan menu laen ada banyak, makanan pendampingnya ada gorengan, baceman, ceker ayam, kepala ayam, sate usus, sate keong, sate telor puyuh, rambak, intip, kacang, wah rame pokoknya. Sementara minumannya ada dari yang panas, hangat sampe dingin, dari yang putih sampe yang hitam,dari susu sampe kopi maksudnya, bahkan bisa lebih bervariasi sesuai selera sang penjual dan kadang dengan memperhatikan selera dan permintaan pasar juga.

angkringan deket gembiraloka

Balik ke angkringan yang di deket Gembiraloka, saya sebenernya heran sama Yoyok, angkringan ada banyak kok ya kudu rada jauh muter ke Gembiraloka, menunya paling juga sama, apa jangan-jangan angkringannya jual Pizza?? Pertanyaan saya terjawab begitu kami sampai di tempat tujuan. Selesai memarikir motor, Yoyok bercerita kalo di angkringan yang satu ini, nasi bungkusnya dijamin hangat. Awalnya saya nda percaya, kemudian saya liat tempat nasi yang kosong, dan bertanya sama Yoyok, dijawabnya “lha iki, iki segone lagi dijupukne” (baca:lha ini, ini sedang diambilken ini nasinya). Saya jadi penasaran. Selesai memesan segelas es teh dan teh hangat, datanglah apa yang dimaksud Yoyok, ada mas-mas yang naek sepeda sambil bawa keranjang, sambil rada tergopoh-gopoh mas-nya mengeluarkan apa yang dia bawa dari dalam tas, ternyata ini yang dimaksud dengan nasi kucingnya yang hangat, hemm sedaaapp.

nasi yang anget hmmm

Untuk menemani makan, selain bakmi saya ngambil ceker satu, ternyata cekernya juga habis digoreng, anget. Lumayan juga ternyata porsinya, nda kecil-kecil amat. Lima menit stok nasi datang, langsung ludes diserbu oleh para pembeli yang sudah datang. Malahan ada yang rela mengantre, pembelinya juga nda cuma golongan mahasiswa, tapi mulai dari anak kecil sampai ke orang tua, orang tua anak kecilnya maksudnya hehehe.
sebagian yang antre

Kira-kira 10 menit kemudian mas-mas yang bawa nasi tadi sudah kembali lagi ke warung, belum sampe ke tempat wadah nasi, mas-nya sudah diserbu oleh pembeli yang sepertinya rakus kelaparan. Si Yoyok tadinya sempat berikrar mau nambah satu nasi lagi baru setelah itu pulang, eh karna tidak menyangka bahwa stok nasi akan dicegat sebelum sampai ke pihak yang berwajib wadahnya, dia kecele jadinya, nda jadi nambah nasi satu lagi.

rebutan nasi yang baru dateng

Dasar nasibnya si Yoyok kali yang lagi seret, menunggu datangnya stok yang ke 3, lalu diya menyerah, karena lagi-lagi terjadi hal yang sama dengan stok nasi sebelumnya, langsung dikerubuti para penikmatnya. Setelah diya menyerah, akhirnya kami memutuskan untuk pulang saja hohoh. Ternyata nda cuma Kaos aja yang susah dicari, Nasi Kucing juga harus rebutan!!! hahaha. Yang mau nyobain makan nasi aja rebutan coba dateng ke angkringan ini, sebelum jam 9 malem, setelah jam 9 stok nasi tidak dijamin masih ada lo ya.

Sekedar info, saya bayar 3700 untuk nasi 1, ceker 1, bakmi 1, dan minumnya es teh, murah kan??

Paguyuban Laziale Indonesia Babagan Djokdja

Sekarang ini di kota Yogyakarta telah menjamur apa yang dinamakan tempat-tempat futsal. Dari Utara hingga Selatan, dari Timur hingga ke Barat, dimana ada kumpulan orang yang suka maen tendang-tendangan tendang bola sepak, terutama lagi deket ama kampus, bisa dipastikan di situ terdapat sebuah lapangan futsal.

Ingatan saya mencatat, dahulu, pas awal ada terdengar lapangan futsal, kami (saya dan kawan-kawan) mencoba sebuah alapangaan yang terletak di bilangan Jalan Solo. Namanya NexT Futsal. Kami niat banget buat nyobain yang namanya sepakbola lapangan kecil, yang naudubilah harganya (nek nda salah ya bener waktu itu 250ribu apa ya), dengan beralaskan yang namanya rumput sintetik (yang setelah diperhatikan ternyata hanya terbuat dari tali rafia yang disayat-sayat plus karet dipotong kecil-kecil sebagai pengganti tanah), hingga kami urunan dengan kisaran lebih dari 10ribuan per orang dengan total orang yang maen sekitar 20an. Terkadang ada donatur yang kadang berbahagia menyumbang sebahagian besar dari biaya bal-balan ini.

Walhasil setelah mencuba apa yang namanya sepakbola mahal futsal, kami ketagihan. Mungkin bisa diibaratkan bisa sakit kami nek nda bal-balan sebulan lebih. Nah, seiring waktu berjalan, seperti apa yang telah saya tulis di atas tadi, selain NexT futsal, telah muncul tempat-tempat futsal yang laen.

Mulailah kompetisi harga antar lapangan futsal terjadi yang secara ostosmastis jelas menyenangkan kami yang telah kecanduan futsalan, ohoho. Dari harga yang 250ribuan per 2 jam, sekarang telah menjadi lautan api kisaran 140ribu-160ribuan per 2 jamnya.

Dari beberapa tandingan futsal yang pernah saya ikuti beberapa lapangan yang saya tahu adalah,

  1. NexT 1 yang ada di Jalan Solo
  2. NexT 2 di Jalan Solo juga tapi lebih ke barat lagi dari NexT 1, seberangnya Bank BCA. Lapangannya ada 2, yang satu lebih kecil daripada yang laennya, sehingga ostosmastis harga sewanya juga lebih kecil.
  3. Pelle Futsal, ada di seberang jalan daripada Hotel Sahid. Di sini lapangannya ada. Yang satu, entah sudah dibangun ataw belum, katanya maw dibangun lapangan parquette (kayu). Disini harga minumannya murah lo, recommended buwat yang kantongya sekarat tapi kecanduan futsal.
  4. Golden Goal, tempet futsalan yang satu ini ada di bilangan Pogung. Nek menurut saya tempet yang satu ini paling medeni alias menakutkan. Lha gimana nda, wong di pinggir lapangannya bukanlah jaring tali yang menanti pemaen jika kebablasan, tetapi jaring kawat, untungnya pas maen di situ nda ada temen yang nabrak.
  5. Gaol Corner, ada di daerah sekitaran seturan ke barat, kalo sodara sekalian tau Outlet Biru (yang ada di pinggir selokan mataram), nah dari OB ke utara aja. Ada 2 lapangannya, kalo menurut saya sementara ini tempet futsal yang paling enak yha disini. Cuman karet kecil-kecilnya kebanyakan kayanya, jadi rada licin nek maen.
  6. Planet Futsal, di Jalan Ring Road Utara, sebelum amikom. Lapangan e ada 3.  Jadi banyak pilihan.
  7. Futsal Soccer, di Jalan Kaliurang deketnya Bebakaran. Lapangannya ada 2.

Dan masih banyak lagi sebenernya tempat futsal yang ada di jogja, dari yang lantai semen (SMU Bhineka), tegel keramik, hingga lapangan parquete (ada di utaranya kampus UAD jalan Janturan), namun karena saya belum nyobain jadi ya baru 7 itu yang saya tulis.

Efek dari menjamurnya tempet futsal dan dibantu dengan menjamurnya kafe-kafe atau tempat nongkrong yang menyediakan tayang pertandingan sepakbola dari luar negri, menjamurlah apa yang dinamakan fans club. Sudah barang temtu fans club disini yang dimaksud adalah fans club sebuah klub sepakbola. Dari yang tadinya hanya sekadar ngobrol liwat milis, sekarang macam kegiatan sebuah fans club dapat ter-fasilitasi dengan adanya tempat-tempat futsal dan kafe-kafe tersebut (baca: untuk nonton bareng pertandingan klub tersayang).

Setahu saya di Jogja ini ada Juventini (Juventus), Interisti (Internazionale Milan), Milanisti (AC Milan), Romanisti (AS Roma), Laziale (Lazio), itu yang dari italiano. Lalu menyebrang selat inggris, dari dataran britania ada United Indonesia (MU), Big Reds (Liverpool), Chelsea, Newcastle, Arsenal.

Saya sendiri bergabung dengan Laziale Indonesia bagian Jogja. Awalnya diajakin sama Monox buwat gabung. Saya oke-oke saja, karena memang dari dulu saya nge-fans ama Lazio, jamannya Nesta masih di situ,jaman Lazio juara, jaman veron, nedved masih muda hahaha. Sudah hampir 3 bulan ini Laziale Jogja berdiri dan kumpul-kumpul. Acaranya ya masih standar, maen futsal intern, nonton bareng, sparring. Untuk sparring, laziale jogja tercatat (dalam ingatan saya lo) sudah men 3 kali. pertama bareng Interisti, trus lawan United Indonesia, dan terakhir lawan Chelsea.

Sewaktu lawan Chelsea, Laziale Jogja hampir datang semua, karena ada pembagian jersey, hohoho, bayangkan 26 orang datang. “Jadi bingung bagi orang buwat maen”, begitu kata monox yang mengatur, tapi yang jelas sewaktu kumpul rame-rame terasa asik banget dah. berikut foto-foto yang diambil setelah maen lawan Chelsea di Gaol,

laziale jogja 1

laziale jogja 1

laziale jogja 2

laziale jogja 2

Uwh jer sey saya (foto kedua paling depan, jongkok, pertama dari kiri) belum jadi, moga-moga selasa (13/01/’09) dah jadi, hehehe 😀

Grande Lazio!! Semoga tetap eksis!!

Tips Mengecat Kayu

Hohoho, kalo ditanya tujuan sata nge-blog, hemm jawabannya 2, yang pertama biar gaul buat belajar, masak anak ikomp nda bisa ngeblog?? istilah teman saya, Angga, “Didit kowe sep, ngeblog we ra iso” wekekeke 😀

Yang kedua ya kurang kerjaan buwat nulis-nulis aja, jadi kalo ada apa gitu yang penting kiranya buwat masa depan aku, dirimu, dirinya gitu terus dicatat aja ke blog. Jadi kalo ada sesuatu yang kelupaan (maunya) tinggal dilihat aja ke blog, gitu.

Kayak yang satu ini, Tips Mengecat Kayu. Saya sedang disuruh ibu saya untuk mengecat pintu yang membatasi antara dapur ama ruang sekitaran kamar mandi. Itu pintu dari kayu, dulu bentuknya seperti puntu biasa gitu, tapi berhubung udara panas sekarang ini, jadilah si pintu dibelah duren dua mendatar supaya pintu yang bagian atas tetep dapat dibuka agar angin tetp masuk sedang pintu bagian bawah tertutup untuk mencegah tikus-tikus menyatroni dapur.

Googling cari tips mengecat kayu, sapa tau berguna, dapet dari sini
isinya gini nih :

Mengecat dengan menggunakan cat solid sebenarnya adalah pekerjaan yang mudah untuk dilakukan, hanya saja ada beberapa hal yang perlu anda perhatikan :

  1. Sebelum di cat sebaiknya kayu digosok dengan kertas gosok terlebih dahulu agar bulu-bulu yang masih tersisa tidak terangkat oleh sapuan kuas sehingga hasilnya halus dan rapi.
  2. Saat mencampur pengencer cat sebaiknya dilakukan sedikit demi sedikit agar cat tidak menjadi terlalu encer. Cat yang terlalu encer membuat daya tutup cat jadi berkurang sehingga harus diaplikasikan dua kali. Cat yang terlalu encer akan menetes dan mengotori ruang kerja.
  3. Sebaliknya bila cat terlalu kental, saat dipoleskan akan meninggalkan jejak kuas yang membuat permukaan kayu tidak licin.
  4. Tiner yang bermutu rendah biasanya cepat kering, hal ini membuat cat menjadi cepat kusam.
  5. Bila hendak mengaplikasikan cat kedua sebaiknya tunggu hingga cat pertama benar-benar kering supaya cat pertama tidak terangkat oleh kuas dan menggumpal.

Terakhir dan paling pasti, jangan lupa, anda harus punya cat kayu, thinner, ama kuas sendiri untuk digunakan, kalau bisa jangan meminjam apalagi mengambil milik orang lain baik sepengetahuan maupun tanpa sepengetahuan pemiliknya yang sah.  Tapi kalo yang ini cuma tambahan dari saya, bukan dari situsnya tadi, heheheh :-D,semog berguna dan selamat mengecat deh!

Resolusi Tahun Baru ah.. ah.. ah..

trend Januari 2009 : membuat resolusi tahun baru di awal tahun. Kata orang sih agar supaya bisa menjadi releksi tiap tingkah laku tindak-tanduk kita di tahun yang akan kita jalani. hehhh…

jadi, singkat kata resolusi saya di tahun 2009 adalah :

  1. Lulus
  2. Bikin Blog, ahahaha sudah!! 😀
  3. BIkin bahagia orang sebanyak-banyaknya,
  4. Jadi lebih bertanggung jawab, baik bwt diri sendiri, ortu atawa sama orang laen

hemm.. bismillah deh! moga tercapai segala angan dan cita-citanyaaa, Amiiiinnn 🙂