Posted on

Print is Dead, The Rise Of Digital Marketing Seminar

Abis ikutan seminar gratis di fisipol, judulnya “Print is Dead, The Rise Of Digital Marketing”. Pembicaranya ada dua, yang satu Pak Andi S Budiman, tau dari si Joe kalo bapak yang satu ini adalah orang indonesia pertama yang mendapat sertipikasi dari Adobe International, direktur dari Digital Studio. Yang kedua, seorang wanita, namanya Ibu Sinta, CEO dari Bubu.com, yang kondang dgn Bubu Awards-nya yang sudah mencapai tehun ke enam penyelenggaraan dari sejak tehun 2003.

Keduanya berbicara dalam rangkaian campus roadshow dari penyelenggaraan Bubu Awards dan juga mensosialisasikan kepada para penggiat dunia marketing bahwa marketing online perlu dilirik sebagai salah satu media pemasaran yang utama. Kenapa menjadi salah satu media pemasaran utama? Jawabannya diuraikan oleh mereka berdua dalam seminar ini.

judul seminarnya

judul seminarnya

Berangkat dari rumah jam setengah 9 sekalian mengantar bulik berangkat kerja, di kampus Milan janjian sama kawan-kawan laen, ada Widya, Yanto dan si Joe. Si Joe telat dari janjian jam 10, dia baru dateng setengah 11, eh ternyata si Azvins juga ikutan daptar seminar itu -daptarnya gratis lo, tinggal sms sahaja-, jadilah kita berangkat bareng. Dan ternyata lagi, saya salah jadwal sodara-sodaraaa… saya jadi nda enak sama kanak-kanak laen, ternyata jadwal seminar e baru dimulai jam 1, duh…😛

Sempat nongkrong di kantin fisipol bentar, melihat keindahan duniawi di kampus fisipol, yeah, lumayan lah, sebenernya kampus saya nda kalah jauh masalah nikmat duniawi ini, cuman di kampus laen ini mereka lebih pintar berdandan sahaja, yakinlah. Pas acara dimulai jam 1, si Azvin bilang kalo bakalan telat, sampai seminar kelar dia nda datang-datang lagi. Eh, ternyata si Azvin udah sms pas jam 2, cuman saya nda tau kalau dia sms, jadilah bertambah kesalahan saya hari itu sama kanak-kanak.

Kembali ke persoalan seminar, mengapa yang dibahas pemasaran? Mengapa media digital bergeser menjadi salah satu media pemasaran yang utama? Tiada lain, tiada bukan, pertama karena pemasaran merupakan hal yang penting dalam bisnis, katakanlah anda bisa memproduksi barang tiada terbatas, namun datang darimana keuntungan? Dari pembelian, kemudian dari mana pembeli tahu barang anda? Nah, dari pemasaranlah jawabannya.

Kemudian mengenai media digital, media digital telah menjadi sebuah terobosan baru yang populer sekarang ini di dunia. Mau contoh media digital? Internet merupakan salah satu di antaranya, namun media yang paling mengerikan dalam hal jangkauan, untuk kasus di Indonesia, yang belum tentu semua manusianya bisa mendapat akses internet, ada media lain yang bisa mencakup hampir ke seluruh lapisan masyarakat terutama di Indonesia, yang sudah bisa di akses oleh hampir keseluruhan rakyat indonesia, yaitu telepon yang bisa tak gendong dibawa kemana-mana alias HandPhone atau HP dengan keunggulan teknologi mobilenya.

Misal RBT atawa Ring Back Tone, yang membuat orang yang menelepon tidak lagi mendengar suara tuut tuut tuut, tapi sudah berganti menjadi suara artis atau grup band dengan lagu yang sedang ngetop, merupakan contoh media pemasaran menggunakan HP, media pemasaran untuk menambah popularitas dan pundi-pundi uang dari artis yang dibuat RBT-nya. Dikatakan oleh pak Andi bahwa sebuah RBT dari Samsons, yang dicuplik dari lagu “Kenangan Terindah” adalah RBT dengan pendapatan tertinggi di dunia, ya betul sodara, anda tiada salah baca, di Dunia, mencapai hingga 11 juta unduhan. hebat to?

kedua pembicara seminar

kedua pembicara seminar

Jadi para punggawa dunia bisnis terutama bagian pemasaran sudah harus melirik dan memaksimalkan potensi dari yang namanya media pemasaran digital, karena terbukti melalui berbagai jenis ke-digital-annya, pemasaran yang dilakukan, apabila tepat dapat mencapai sebuah pemasaran massal yang efektif. Peningkatan market-share penggunaan teknologi digital dalam kehidupan sehari-hari turut membantu apa yang dinamakan “The Rise Of Digital Marketing”.

Pembicara kedua, Ibu Sinta, memaparkan bagaimana contoh nyata dari media pemasaran digital yang ada di Indonesia. Dimana Ibu Sinta dan Pak Andi turut andil di dalamnya. Bubu.com sendiri sekarang telah berkembang dari yang awalnya sebuah web developer menjadi sebuah digital media agency, alias biro pemasaran digital kira-kira artinya. Dan yang dibuat contoh oleh Ibu Sinta adalah iklan Axe Effect versinya Indonesia.

Wow, kaget juga saya mengetahui hal ini, saya pikir sebelumnya iklan Axe di sini adalah hasil pemikiran dari orang luar yang kemudian diimplementasikan oleh orang nusantara, dan ternyata tidak. Mulai dari awal pemikiran ternyata sudah digawe oleh orang nusantara, hohohoh, hebat ya mereka (pikir saya). Ternyata iklan Axe Effect yang ada Asmirandah, dan jenis iklan Axe Effect laen yang seperiode adalah bikinan dari mereka-mereka ini.

Di situ dikasi tau fakta bahwa, iklan TV Axe yang ada asmirandah-nya itu, hasil dari pemikiran Ibu Sinta dan konco-konco yang di tantang oleh Axe untuk membuat iklan yang sesuai di Indonesia, seperti kita tahu biasanya iklan Axe di luar negeri sono menjurus saru yang temtunya nda cocok diterapkan di Indonesia ini. Cerita Ibu Sinta, permasalahan di Indonesia sendiri, janganan menjurus gitu, cowo-cowo Indonesia aja susah kenalan sama cewe-cewe, apalagi yang namanya minta nomor hape, berangkat dari kenyataan di lapangan yang seperti itu maka Ibu Sinta dan konco merancang iklan-iklan Axe Effect dengan tema “Call Me”.

nomer hape di iklan axe

nomer hape di iklan axe

Kenapa Call Me temanya? Masih pada inget kan iklan Axe Effect? Cewe-cewenya kan pada ninggalin nomer hape to? Nah ke-digital-an iklan ini nda berhenti di iklan tipi sahaja, nomer-nomer yang ditinggalkan cewe-cewe di iklan itu ternyata bisa dihubungi dan di-sms sodara-sodara. Hohohoh, kreatif kan, apa yang terjadi kalau ditelpon? Nanti ada suara yang mengangkat, sesuai suara artis di iklan yang ada nomer yang ditelpom itu, yang ujung-ujungnya ya iklan Axe Effect lagi, kalo di-sms? nanti akan dijawab otomatis agar si pengirim sms itu berusaha lebih lanjut hingga menelepon nomer itu, hehehe, intinya ya iklan lagi dah pokoknya. Kata Pak Andi ini adalah salah satu bagian usaha marketing yang bernama “Get Consumer Lead”.

asmiranda? wuuhhuuyy

asmiranda? wuuhhuuyy

Yang lucu, fakta diungkap oleh Ibu Sinta, yang bagian iklannya ada si Asmirandah, server yang menangani telpon dan sms ke nomer iklan Asmirandah itu sempat jebol lho, karena sampe 2juta yang mengakses sehari, ini benar-benar di luar perkiraan dari Ibu Sinta dan konco-konco. Total ada 17 ato 18 nomer yang di-release oleh Bubu.com untuk iklan Axe ini. Hahahaaayyy, emang cihuy dah.

Nda hanya iklan tivi bersambung ke hape, ada juga trik marketing Axe Effect yang lewat Internet melalu situs yang didahului dengan fake sites tentang blog cewe-cewe yang menolak efek Axe Effect rilis di sini, yang kemudian di hari launching Axe Effect kemudian blognya jadi rusak karena ceritanya cewe-cewe yang ngurus blog itu pada nyerah sama Axe Effect, kemudian situs itu redirect ke situs Axe Effect, hehehe kreatif ya? DI situs Axe itu disediakan juga yang namanya Axe Witty Widget, yang artinya sebenarnya ini program nda berguna, cuman kalo dikait-kaitkan dengan kemampuan Axe bisa digunakan untuk memecahkan persoalan cowo-cowo Indonesia yang susah kenalan sama cewe, penasaran? Kunjungi dan coba sendiri sahaja ya?😀 Sepertinya seminar ini berguna buat teman saya si Yanto yang ikutan seminar hehehehe.

fake blog yg dipake sebelum axe effect launching

fake blog yg dipake sebelum axe effect launching

Terakhir, secara tersirat sebenarnya Ibu Sinta dan Pak Andi ini tidak menganjurkan hanya memakai media pemasaran digital sahaja untuk memasarkan sebuah brand, seperti diakui oleh Ibu Sinta, untuk iklan Axe ini terbantu juga oleh media tercetak seperti, iklan koran, billboard dan laen-laen. Kalo saya ambil kesimpulan sih, sekarang ini yang terbukti ampuh adalah strategi pemasaran yang bisa mencakup semua lapisan masyarakat dengan murah, mudah dan yang pasti tepat sasaran, memang sedikit brute-force kedengarannya, tapi di tangan digital media agency yang tepat akan menjadi tepat juga nanti jadinya. Yang kedua, pemasaran yang baik juga tidak hanya “saklek” memakai satu jenis media sahaja, akan lebih bagus untuk mencapai ke arah kesimpulan pertama tadi menggunakan metode hibrida alias gabungan dari keduanya, gabungan dari media cetak dan digital akan menghasilkan hasil optimal. Yang ketiga, saya capek juga menulis posting ini hohoho, tapi nda papa yang penting saya mau share pengalaman sahaja dengan teman-teman pembaca blog ini. Yak, sekian, terimakasih🙂

salah satu sponsor seminar, sayang nda ada fhm girls-nya :-P

salah satu sponsor seminar, sayang nda ada fhm girls-nya😛

About septoadhi

seru, seram, menggairahkan!!!

3 responses to “Print is Dead, The Rise Of Digital Marketing Seminar

  1. ziezah

    yuhu…..keren……tak dinyangka otak dibalik itu……(jebakan dalam jebakan) hahahahaha……

  2. denbagus

    wow…. liputan yang sangat menarik dengan narasi yang sangat informatif dab

  3. septoadhi ⋅

    #ziezah
    saya juga kaget kok waktu tau faktanya, memang hebat kok mereka itu, salut deh pokoknya!😀

    #denbagus
    weh, maturnuwun dab! btw, segomu ning tas dab,😆

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s