Posted on

sampah pagi hari

dalam diam udara pagi,
suara minyak panas beradu dengan olahan kedelai
sedang terdengar pula suara dua orang bersenandung
seorang wantita dan seorang lelaki,
kata si lelaki, aku tak suka mukamu ditekuk cemberut,
kata si wanita, aku tak suka kamu tak suka aku cemberut,
cinta itu sengit, kita tarik menarik
terus demikian berulang dengan beberapa bait yang diganti,

dalam diam udara pagi,
kembali kudapati sang mentari kembali menampakkan sinarnya,
kata seorang teman, kala kita dapati esok matahari di tepi jendela,
artinya sang waktu masih setia menemani kita
kata seorang teman pula, waktu adalah gerakan seenaknya,
tak kenal bahasa , isyarat, apalagi hitung-hitungan,

dalam diam udara pagi,
suara orang yang bersenandung kini berganti suara seorang lelaki,
dan masih pula sang waktu setia mengiringi langkah kita,
dalam kejaran malam,
dalam lelap,
dan dalam diam

ps : dari kata mutiara seorang teman dan seorang teman

About septoadhi

seru, seram, menggairahkan!!!

4 responses to “sampah pagi hari

  1. olahan kedelai ki tempe yo? Nyammm!!!

  2. septoadhi ⋅

    #wijna
    haha, bener dab!😆

  3. itu bukan kata2 saya, yosepin. itu aslinya kata-katanya oom bagus takwin

  4. septoadhi ⋅

    #joe
    wah gitu to, hooo, ya ya ya,
    kalo begitu di ralat dah!😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s