Mumpung…

Mumpung lagi ga ada kerjaan (pura-puranya) sembari menunggu surat sakti elektronik dari bapak dosen pembimbing, saya mau update post ah :-P. Jadi ceritanya kemaren seminggu saya ke daerah sekitar Ibukota, menghantar adik saya untuk memasuki tahapan baru dalam kehidupannya, jadilah saya mengurusi dia, sekalian mumpung jalan-jalan di sekitaran ibukota :-D, capek, awalnya, saya nda terbiasa dengan ukuran jauh-dekat di sana, tapi lama-lama terbiasa.

Mumpung di sana juga, malam terakhir saya dan adik saya ditraktir oleh tante saya, akhirnya kami memilih sushi, lokasi warungnya di Bintaro 9 Kuliner Walk, Waroeng Pringga namanya, mengusung slogan Masakan Jepang Eropah. Ini gambarnya.

Menggiurkan to, eits jangan salah, gara-gara sushi ini jadilah perut saya nda karuan malamnya, saya terkena diare 😆 Apa mau dikata, perut saya susah mencerna makanan macam ini, suuushiii wouououo suuushiiii :-D. Nah mumpung lagi inget, saya sekalian transfer gambar minuman ini,

Yang ini adanya di Warung Semesta, lokasinya ada di Kotabaru (Yogyakarta), tepatnya ada di seberang apotek K-24 sebelum Jembatan Kewek dari arah Kridosono. Minuman Coklat yang satu ini kentel banget. Lihat saja, di atasnya sampe menggumpal coklat cairnya hmmmmmm…. Harganya sebanding lah menurut saya dengan rasanya 😉 Tempatnya juga nyaman, menu yang laen juga enak, minus wifi sih, tapi biasa juga saya di situ nongkrong dan ngobrol, gak sambil wifian juga. Yang jelas yang satu ini buat perut saya aman dan nyaman 😆 Mari-mari buat yang mencari warung minum enak di jogja, bisa jadi salah satu referensi. 😉

Jadi sebenernya ini isi postingannya jadi berubah cerita minuman coklat 😆 biarlah, mumpung bisa update 😆

Advertisements

Ramadhan dan Kemerdekaan

Kalau kata tetangga saya, pak Bambang, waktu malam peringatan HUT RI kemaren-kemaren, Bulan Ramadhan sebenernya sama saja sama Peringatan HUT RI. Justru yang paling penting adalah waktu sesudahnya, waktu sesudah peringatan HUT RI dan sesudah bulan Ramadhan berlalu. Apakah kita hanya akan sekedar memperingati hari jadi negara kita, Indonesia, tanpa ada keinginan untuk berbuat sesuatu baik dalam level yang paling kecil dalam kehidupan bernegara untuk membuat Indonesia menjadi lebih baik? Dan setelah Ramadhan berlalu, apakah kita akan kembali ke dalam kehidupan yang tidak lebih baik sebelum Ramadhan? Semuanya kita sendiri yang menentukan, dimulai dari siapa, kapan, dan dimana, kita juga yang menentukan.

ps: saya sih sekedar menghimbau saja, yah, namanya juga ngomong itu gampang

Everything

the passing rain draws closer, the smell of the city is bittersweet

the shadows left on the pavement seemed different than usual

as if the ever-changing sky was reflecting my wavering heart

the world continues turning at a fast pace


the signal that changes from red to green

in the midst of a journey there’s no return

I want to go forward believing in tomorrow (I do want to)

alone in this evening shower,

there may be times when I stop and look back

but I won’t be afraid of anything (or I might be afraid of eveything?)


the evening sunflowers that can be seen from the window after the rain

are dyed by the sunset, and waiting for the sunrise

sometimes it seems like I’ll lose sight of what’s important

but I walk on holding the feelings I won’t let go


dyed with a brilliant blue

the future sketched out endless dreams

moistening my dry heart

in the midst of this limited time

I strongly carved the emotions into my heart

the sun will rise again


even knowing what I would see

when I cross this long hill

I don’t want to have regrets

I’ll keep going and shine on tomorrow like the sun


run, reach out your hands to your dreams

shout, as long as your voice goes on

in the way that your heart feels

Everything - Arashi